Cara Membuat Laporan PKL
LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
PT.PLN(PERSERO)
AREA DUMAI
“MICROSOFT
EXCEL 2007 “
Oleh
:
NAMA : Pasrah
NIS : 0
KELAS : Numpang
KEAHLIAN : Niron
SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN (SMK)
NEGRI DONGENG
T.P 2012/2013
HALAMAN
PENGESAHAN
LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
PT.DUMAY
Oleh:
NAMA : Pasrah
NIS : 0
KELAS : Numpang
KEAHLIAN : NIRON
Disahkan
dan disetujui oleh:
Pimpinan Pembimbing
ACENG CAHYADI KECE BADAI
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan ini Disampaikan untuk Memenuhi Persyaratan
Penyelesaian Tahap Akhir PRAKERIN
Tahun pelajaran : 2012-2013
Oleh:
NAMA : PASRAH
NIS : 0
KELAS : NUMPANG
KEAHLIAN : NIRON
Disahkan
Dan Disetujui Oleh:
Kepala SMK Negeri Dongeng Guru Pembimbing
ACENG CAHYADI KECE BADAI
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya
ucapkan kepada ALLAH SWT, karena dengan rahmat dan karunianya Penulis dapat
menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang telah dilaksanakan
di PT. PLN(Persero) Area Dumai . Laporan ini disusun sebagai salah satu
persyaratan mengikuti Uji Kompetensi di SMKN NEGRI DONGENG Tahun Pelajaran 2012 –
2013.
Kegiatan
Prakerin dimaksudkan sebagai salah satu bekal dalam memasuki jenjang dunia
usaha atau dunia industri dan untuk memupuk sikap mental yang lebih baik dalam
melaksanakan kewajiban sebagai penerus bangsa sehingga mampu dan siap bekerja.
Sehubungan
dengan terlaksananya Prakerin ini tidak terlepas dari bantuan dan dorongan dari
semua pihak secara moril maupun materil, oleh karena itu saya mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.
Kedua orang tua tercinta yang selalu memberikan
motivasi selama praktek kerja industri (PRAKERIN)
2.
Bapak selaku pemimpin / DirekturPT. AREA DUMAI.
3.
Bapak Kepala Sekolah Aceng S.Pd
4. Bapak Cahyadi Kece Badai. S.Pd
selaku Pembimbing Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).
5.
Bapak Royan S.Pd , IBu Nuki S.Pd
6.
Semua pihak yang telah
membantu dan mendukung dalam penyusunan laporan ini.
Penulis
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun bagi pembaca dan
masyarakat umum, semoga laporan ini bermanfaat.
HALAMAN
JUDUL
HALAMAN
PENGESAHAN INDUSTRI
HALAMAN
PENGESAHAN SEKOLAH
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
l PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Praktek Kerja Industri(Prakerin)
1.2.
Tujuan Praktek kerja Industri(Prakerin)
1.3.
Tujuan Pembuatan Laporan Praktek Kerja Industri
1.4.
Batasan Masalah
1.5.
Tempat dan Waktu
BAB
ll TINJAUAN UMUM TENTANG PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
2.1.1. Visi
2.1.2. Misi
2.1.3.
Moto
2.2. Kepegawaian dan Disiplin Kerja
2.2.1. Pasal
1(Kepegawaian)
2.2.2. Pasal
1(Disiplin Kerja)
2.3. Struktur Organisasi
BAB
lll JUDUL LAPORAN( ISI LAPORAN)
3.1.
Sekilas Mengenai Ms. Excel
2007
3.2. Penjelasan Tentang Alat dan Bahan
3.3. Proses
BAB
lV PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
4.2. Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Sekolah
Menengah Kejuruan sebagai salah satu Sub Sistem Pendidikan Nasional, memiliki kedudukan sangat penting
dalam fungsi menyiapkan tenaga kerja terampil untuk menunjang system pendidikan
nasional. Upaya penyiapan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan kebutuhan
dunia usaha dan industri, didekati melalui kebijakan “link and match” adalah
penyelenggaraan kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
Pada
dasarnya Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan penyelenggaraan yang
mengintegrasikan secara tersistem pendidikan dunia usaha dan industry.
Pengintegrasian kegiatan pendidikan ini akan menghilangkan perbedaan standar
nilai sekolah dan dunia kerja serta sekaligus mendekatkan supply dan demand
ketenaga kerjaan.
Landasan
pelaksanaan kegiatan Praktek kerja Industri (Prakerin) Sekolah menengah
Kejuruan (SMK) di dasarkan atas arahan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN)
1993 dan ketentuan dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem
Pendidikan Nasioanl serta peraturan-peraturan pendukungnya antara lain :
Meningktakan
kualitas tenaga kerja merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan
masyarakat serta Badan Usaha yang memakai tenaga kerja.
2.
UU SPN No. 2 tahun 1989
Ban W Pasal (1)
Penyelenggaraan
pendidikan pelaksanaan dua jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur
pendidikan luar sekolah.
3.
PP No. 39 Bab III Pasal
4 Butir (3)
Peran serta
masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan Nasional dapat berbentuk pemberian
kesempatan magang dan/atau latihan kerja.
4.
Kep. Mendikbud No.
4990/U/1992 Pasal 33 Butir (6)
Kerjasama SMK
dengan dunia usaha terutama bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program SMK
dengan kebutuhan dunia usaha yang diusahakan dengan azas saling menguntungkan.
Kerjasama SMK dengan dunia usaha antara lain meliputi Praktek Kerja Industri
(Prakerin) dan magang.
1.2. Tujuan Praktek Kerja
Industri (Prakerin)
Prakerin pada dasarnya merupakan
kegiatan intrakurikuler, harus dilaksanakan oleh setiap peserta diklat secara
individu.
Dengan pengaturan organisasi an pola
penyelenggaraan pendidikan SMK perlu membentuk proses kegiatan atau seluruh komponen
keahlian dan kejuruan dalam bentuk latihan kerja didunia kerja.
Meningkatkan pemahaman dan pemantapan
serta mengembangkan peserta diklat yang di dapat disekolah dan menerapkan di
dunia usaha.
Meningkatkan
keterampilan berupa penguasaan kemampuan professional kejuruan peserta diklat.
1.3.Tujuan Pembuatan
Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Adapun
tujuan pembuatan laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini adalah :
1. Peserta
didik mampu mengungkapkan gagasan atau pengalaman dalam bentuk tulisan tersusun
secara sistematik atau kronologi dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar ;
2. Peserta
didik mampu mencari alternative pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan
program studinya yang terungkap dalam laporan tertulis ;
3. Memberikan
informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dari
Dunia Usaha / Dunia Industri (DU/DI) ke sekolah.
Dalam
laporan pelaksanaan Prakerin ini penulis hanya membahas tentang Ms. Excel
karena memang hanya itu yang diajarkan pada waktu peraktek dalam penulisan
laporan ini penulis ingin memberikan suatu gambaran kepada pembaca tentang Ms. Excel 2007.
Adapun
tempat Prakerin peserta pada PT.PLN(PERSERO) AREA DUMAI
dengan waktu praktek 31 Juli sampai 31Oktober 2012
BAB II
TINJAUAN UMUM TENTANG PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Singkat
Perusahaan
Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan
ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal
Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan
pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.
Antara tahun 1942-1945 terjadi
peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang,
setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali
terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada
Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui
delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI
Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan
perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27
Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah
Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik
sebesar 157,5 MW.
Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan
Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik
Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada
tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu
Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara
dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.
Pada tahun 1972, sesuai dengan
Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan
sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha
Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi
kepentingan umum.
Seiring dengan kebijakan Pemerintah
yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis
penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan
Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam
menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.
Diakui sebagai Perusahaan Kelas
Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada
Potensi Insani.
2.1.2. Misi
a. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang
lain yang terkait, berorientasipada
kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
b.
Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
c. Mengupayakan
agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
d. Menjalankan
kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
Listrik
untuk Kehidupan yang Lebih Baik
2.2. Kepegawaian dan
Disiplin Kerja
2.2.1 Pasal 1 (Kepegawaian
Dalam peraturan
kepegawaian ini yang dimaksud dengan:
a. Pegawai adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat
yang ditentukan, diangkat dan diberi penghasilan menurut ketentuan yang berlaku
di perseroan, termasuk pegawai yang ditugas karyakan.
b.Peraturan kepegawaian adalah ketentuan sebagaimana yang
diatur dalam peraturan disiplin pegawai ini.
c. Pejabat yang berwenang menjatuhkan sanksi adalah pejabat
yang diberi wewenang menjatuhkan sanksi, yang selanjutnya dapat disingkat
dengan PYBM.
d.
Sub unit pelaksana adalah unit organisasi pelaksana satu
tingkat dibawah unit pelaksana.
e.
Pimpinan adalah unit pejabat yang memimpin unit induk
atau unit pelaksana.
2.2.2
Pasal
1 (Disiplin Kerja)
Dalam peraturan
disiplin pegawai ini yang dimaksud dengan:
a.
Disiplin adalah ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan
yang berlaku.
b.
Peraturan disiplin pegawai adalah ketentuan-keterntuan
sebagaimana yang diatur dalam peraturan disiplin pegawai ini.
c.
Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan atau
perbuatan pegawai yang melanggar peraturan disiplin pegawai, baik yang
dilakukan didalam maupun diluar jam kerja.
d.
Sanksi disiplin adalah sanksi yang dijatuhkan kepada
pegawai karena melanggar peraturan disiplin pegawai.
2.3
Struktur
Organisasi
BAB III
ISI LAPORAN
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Related Posts: